Sabtu, 20 Juni 2020




PROPOSAL PENELITIAN
Oleh : Mamad Yusuf, SE.M.Pd

Proposal penelitian dibuat dan diajukan sebelum melaksanakan penelitian, seorang mahasiswa dalam melakukan penelitian diwajibkan membuat proposal penelitian  terlebih dahulu, agar dalam melaksanakan penelitiannya terarah secara sistematis sesuai dengan yang diharapkan dan menghasilkan penelitian yang maksimal.
Pengertian Proposal Penelitian
Proposal penelitian adalah dokumen yang mengusulkan berbagai aspek proyek penelitian. Atau secara lebih rinci dapat dikatakan bahwa proposal penelitian adalah sebuah dokumen yang ditulis oleh seorang ilmuwan yang menjelaskan secara rinci program untuk penyelidikan ilmiah yang diusulkan. Itu seperti garis besar dari keseluruhan proses penelitian yang memberi pembaca ringkasan informasi yang dibahas dalam proyek. Proposal penelitian fokus pada evaluasi muatan dan dampak potensial yang diperlukan untuk melaksanakan rencana penelitian yang diusulkan secara strategis dan koheren. Kualitas proposal penelitian Anda tidak hanya tergantung pada kualitas proyek yang Anda usulkan, tetapi juga pada kualitas penulisan proposal Anda. Proyek penelitian yang baik dapat menghadapi risiko penolakan hanya karena proposal ditulis dengan buruk. Oleh karena itu, tulislah proposal dengan koheren, jelas, dan meyakinkan.
Pengertian Proposal Penelitian Menurut Para Ahli
Adapun definisi proposal penelitian menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut; Sugiyono (2013), Proposal penelitian ialah pedoman yang berisikan berbagai legiatan serta langkah-langkah anasistematis yang akan diikuti ileh seorang peneliti dalam melakasanakan suatu penelitian. Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D Proposal penelitian ialah suatu bentuk dokumen rencana kerja yang terdiri atas semua unsur-unsur pokok dalam suatu proses penelitian. Proposal penelitian harus berisikan informasi yang cukup bagi si pembaca untuk mengevaluasi penelitian yang dilakukan.
Jenis Proposal Penelitian
Terdapat beberapa jenis proposal penelitian, antara lain adalah sebagai berikut;
Proposal penelitian pengembangan
Proposal penelitian pengembangan merupakan proposal yang digunakan untuk kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat digunakan untuk memecahkan permaslahan aktual. Dalam hal ini, penekanan kegiatan pengembangannya yaitu pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Format proposal penelitian pengembangan berbeda dengan proposal penelitian yang ditulis berdasarkan kegiatan penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian berorientasi hasil berbeda. Kegiatan penelitian dilakukan untuk mencari jawaban atas suatu permasalahan, tapi penelitian pengembangan dilakukan untuk mengaplikasikan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.
Proposal penelitian kajian pustaka
Proposal penelitian kajian pustaka adalah proposal yang ditulis untuk melaksanakan penelitian dengan tujuan memecahkan suatu permasalahan yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Kajian pustaka biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka, kemudian disajikan dengan cara untuk keperluan baru. Dalam hal ini, dibutuhkan bahan-bahan pustaka sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru dan sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang telah ada, sehingga dapat dikembangkan kerangka teori baru, atau sebagai dasar pemecahan masalah.
Proposal penelitian kualitataif
Proposal penelitian kualitatif adalah proposal yang ditulis dengan tujuan untuk mengungkapkan permasalahan secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci dalam penelitian. Penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Dalam penelitian kualitatif, proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan. Karakteristik penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karenanya,  penyusunan laporannya dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan karakteristik naturalistik yang penuh keotentikan.
Proposal penelitian kuantitatif
Proposal penelitian kuantitatif adalah proposal penelitian yang ditulis dengan menggunakan pendekatan deduktif-induktif, yaitu pendekatan yang diawali dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya. Berdasarkan hal-hal tersebut, selanjutnya dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan diserta upaya pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan. 
Tujuan Proposal Penelitian
Tujuan dari proposal penelitian adalah untuk menyajikan dan membenarkan kebutuhan untuk mempelajari masalah penelitian dan untuk menyajikan cara-cara praktis di mana studi yang diusulkan harus dilakukan. Proposal penelitian berisi tinjauan literatur yang luas. Proposal tersebut harus memberikan bukti persuasif bahwa ada kebutuhan untuk studi yang diusulkan. Selain memberikan alasan, proposal menjelaskan metodologi terperinci untuk melakukan penelitian yang konsisten dengan persyaratan profesional atau bidang akademik dan pernyataan tentang hasil yang diharapkan dan/atau manfaat yang diperoleh dari penyelesaian studi. Secara lebih spesifik dapat dikatakan bahwa  tujuan proposal penelitian yang mendasar adalah menggarisbawahi bidang-bidang studi terperinci dan memastikan bahwa proposal penelitian yang disusun layak.
Cara Membuat Proposal Penelitian
Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan dalam merancang keseluruhan proposal penelitian, antara lain:
Munculkan judul untuk proposal Anda
Judul Anda akan bervariasi berdasarkan jenis penelitian yang Anda lakukan, tetapi secara umum, buatlah judul yang ringkas dan deskriptif. Setelah membaca judul Anda, pembaca Anda harus tahu apa yang diharapkan dari proposal dan cukup tertarik untuk membaca. Proposal Anda juga harus jelas dan akurat. Misalnya, cobalah judul pendek dan informatif seperti,
  • Model Pembelajaran Role Playing Dapat Meningkatkan Daya Ingat Siswa  Pada TK Nusa Indah Tahun 2020
  • Pengaruh Game Online Terhadap Minat baca buku siswa di SD Negeri Cibitung I Tahun 2020
Hindari frasa seperti “Investigasi …” atau “Tinjauan atas …”
Buat halaman judul
Halaman judul memperkenalkan judul proposal Anda, nama Anda, dan institusi utama yang terhubung dengan Anda.
Ringkas proposal Anda dalam abstrak
Abstrak adalah ringkasan masalah yang dibahas dalam proposal Anda. Solusi dan sasaran yang Anda usulkan juga harus dimasukkan, bersama dengan persyaratan pendanaan yang diproyeksikan.
Buat daftar kata kunci yang akan muncul dalam proposal Anda
Pilih 4-5 kata kunci yang mengungkapkan poin utama dari makalah Anda, disarankan tentang topik Anda dan juga istilah yang terkait erat. Kata kunci harus berupa frasa yang mungkin dicari banyak pembaca. Memilih kata kunci yang tepat akan memastikan bahwa proposal Anda muncul di mesin pencari untuk pembaca yang dapat memanfaatkannya.
Sertakan daftar isi
Proposal penelitian yang lebih panjang sering menyertakan daftar isi pada halaman ketiga, yang mendaftar setiap bagian utama dari makalah Anda. Sedangkan proposal singkat yang hanya menjangkau beberapa halaman seringkali tidak membutuhkan daftar isi. Khususnya proposal yang panjang mungkin juga memerlukan daftar ilustrasi, gambar, atau tabel.
Tulisalah bagian pendahulaun
Pendahuluan harus berisi bagian “Pernyataan Masalah,” “Tujuan Penelitian,” dan “Signifikansi Penelitian” atau “Latar Belakang dan Signifikansi”.
Berikan latar belakang dalam pendahuluan
Identifikasi masalah penelitian dan tunjukkan mengapa penelitian perlu dilakukan.
  • Jika perlu, Anda dapat membagi bagian ini menjadi beberapa bagian.
  • Di bawah tajuk yang bertuliskan “Pertanyaan Penelitian” atau “Hipotesis Penelitian,” jelaskan hubungan antar variabel dalam penelitian atau prediksi hubungan antar variabel bebas dan variable terikat. Ini pada dasarnya mengidentifikasi masalah penelitian.
  • Di bawah tajuk bertuliskan “Definisi Istilah,” tentukan ide-ide sentral yang akan digunakan dalam penelitian yang diusulkan.
  • Juga berikan bukti yang mendukung kompetensi atau keahlian Anda di lapangan.
Tulis bagian Tinjauan Literatur untuk mengontekstualisasikan penelitian Anda
Di bagian ini, Anda akan menunjukkan kepada pembaca bahwa Anda mengetahui penelitian saat ini dan masa lalu dalam topik Anda dan menunjukkan bahwa penelitian Anda akan memberikan kontribusi yang signifikan dan substansial untuk itu.
Anda akan memberikan penghargaan kepada peneliti lain yang telah meletakkan dasar, mengevaluasi dan mensintesiskan pekerjaan mereka, dan membedakan penelitian Anda sendiri.
Jangan ubah bagian ini menjadi daftar atau ringkasan yang hambar. Ringkas penelitian yang ada dengan cara seperti cerita yang menarik pembaca sambil memaparkan lubang yang akan diisi oleh penelitian Anda.
Jelaskan penelitian yang diusulkan
Bagian ini adalah jantung dari proposal dan harus mencakup semua informasi tentang metodologi atau pendekatan yang Anda usulkan. Bagian ini juga dapat berjudul “Metodologi.” Berikan penjelasan lengkap tentang penelitian yang Anda usulkan.
Pengaturan dan informasi dalam bagian ini akan tergantung pada apakah penelitian Anda kualitatif dan kuantitatif. Anda mungkin akan memiliki subbagian seperti “Desain Penelitian,” “Instrumentasi,” “Prosedur Pengumpulan dan Analisis Data.”
Anda juga harus menunjukkan pengetahuan Anda tentang metode alternatif, sambil menyatakan bahwa pendekatan Anda adalah cara paling efektif untuk menangani pertanyaan penelitian Anda. Bersikap realistis tentang apa yang ingin Anda capai, jelaskan tentang fokus penelitian Anda, dan jelaskan tentang segala hal yang menjadi sandaran penelitian ini.
Deskripsi tersebut juga harus mencakup jadwal terperinci dari penelitian yang diusulkan dan menyeluruh tentang semua pekerjaan dasar dan bahan yang dibutuhkan.  Juga sertakan informasi tentang ukuran sampel dan populasi target, jika ada.
Jelaskan sumber daya kelembagaan yang relevan
Jika Anda merencanakan penelitian ini dengan latar belakang kelembagaan, sertakan bagian “Deskripsi Sumber Daya Kelembagaan yang Relevan” untuk menggambarkan apa yang dapat ditawarkan oleh lembaga Anda.
Identifikasi informasi seperti kompetensi atau kontribusi lembaga sebelumnya dalam bidang penelitian, layanan pendukung universitas, atau fasilitas penelitian lembaga.
Daftar referensi
Sertakan halaman “Referensi” terpisah yang merinci semua referensi yang telah Anda gunakan sejauh ini dalam mengidentifikasi masalah dan membentuk hipotesis penelitian.
Identifikasi personil
Bagian ini harus berisi informasi biografis tentang kontributor utama penelitian. Perhatikan bahwa bagian ini tidak selalu termasuk, terutama untuk proposal yang lebih pendek. Nyatakan keahlian dan tanggung jawab masing-masing kontributor.
Sertakan lampiran, jika perlu
Lampiran umum untuk sebagian besar jenis proposal penelitian. Mereka termasuk dokumen pendukung yang diperlukan bagi pembaca untuk memahami proposal tersebut. Anda akan sering merujuk ke lampiran Anda sepanjang proposal, memberi pembaca kesempatan untuk membalikkannya dan membacanya.
Demikianlah serangkaian artikel yang memberikan penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian proposal penelitian menurut para ahli, jenis, tujuan, contoh, dan cara membuatnya. Trimakasih,

Tugas I
Untuk PG PAUD
Semester VI
  1. Buatlah Sistematika Proposal Penelitian !
  2. Rancang Judul Penelitian !
  3. Buatlah pendahuluan dari rancangan judul penelitian yang sudah dibuat!
Selamat belajar !

TANTANGAN GURU DALAM PEMBELAJARAN1.
Kegiatan Guru Dalam Pembelajaran
Mengutip pendapat Prof. Dr. Made Pidarta, dalam bukunya “Landasan Kependidikan”, pendidik dapat diartikan secara luas dan sempit. Secara luas (universal),Pidarta menyebut pendidik sebagai semua orang yang mempunyai kewajiban mendidik anak, sedangkan dalam arti sempit (spesifik), pendidik dikatakan sebagai orang-orang yang sengaja dipersiapkan menjadi guru atau dosen. Dengan demikian, guru yang sudah dicetuskan sebagai tenaga pendidik yang khusus, diharapkan memiliki profesionalitas dalam memberikan pendidikan kepada peserta didik.Menurut Uno, dalam tinjauan bab yang dilakukan di sini, banyak sekali kegiatan yangdapat dipilih guru dalam menyampaikan pembelajaran. Sayangnya, tidak ada rumus sederhana untuk mencocokkan kegiatan dengan sasaran. Ada yang dianggap baik untuk seorang pengajar atau sekelompok siswa, bisa saja tidak memuaskan dalam situasi lain.Karenanya, Uno mengatakan perlu adanya persiapan landasan bagi pengambilan putusan secara memuaskan tentang metode pengajaran dan kegiatan belajar yang efektif. Beberapa pola pembelajaran efektif tersebut, kata dia, dapat dilakukan dengan pengembangan metode-metode mengajar dan kegiatan belajaran yang sudah umum dilakukan, misalkan metode ceramah, berbicara dengan formal, menulis di papan tulis, memperagakan,menggunakan bahan pandang dengar, mempersiapkan lembar kerja siswa, menulis laporan praktikum, dan barangkali menonton film serta menggunakan bahan pandang dengar yanglain.Metode-metode tersebut tidak dapat digunakan dengan sembarangan ketika merencakan program pengajaran. Ada beberapa alasan dikemukan Uno. Pertama, dari pengetahuan tentang gaya belajar, baik metode kelompok maupun metode mandiri harus digunakan. Ada siswa dapat belajara mandiri, tetapi ada juga sejumlah siswa lebih senang belajar dalam suasana dan situasi pengajaran yang beraturan dan terpimpin. Kedua, kondisiadan asas belajar menyebabkan kita tangggap akan perlunya memilih metode yang memberi peluang untuk peran serta yang aktif dari pihak siswa dalam segala kegiatan belajar. Ketiga, jika kita siap menggunakan teknologi pengajaran yang baru (TV, komputer,dan lain-lain), penakaran biasanya diberikan pada penyajia kelompok atau pada kegiatan belajar mandiri. Kedua jenis penyajian ini tidak memberikan kesempatan interaksi antarguru-siswa secara tatap muka. Keempat, ada persoalan dalam keefesienan menggunakan waktu
guru dan siswa, sarana, serta peralatan. Untuk tujuan tertentu mungkin lebih efesien apabila guru menyajika informasi kepada seluruh kelas secara serempak (dengan jumlah siswa berapa saja) daripada menguasai siswa mempelajari bahan secara mandiri. Menurut Uno, secara kesuluruhan, metode penyajian kelompok dan belajar mandiri paling berhasil mencapai sasaran dalam ranah afektif dan psikomotor. Lebih jauh, ia menjelaskan, cara terbaik dan efektif lambda mencapai sasaran afektif adalah melalui kerja kelompok.
2.Kondisi dan Asas untuk belajar yang berhasil
Dalam buku “Profesi Kependidikan”pada Bab 5, Uno menyebutkan pengajaran yang efektif ditandai oleh berlangsungnya proses belajar. Ia menawarkan beberapa kondisi dan asas belajar yang penting dan dianggap bermanfaat. Kondisi dan asas tersebut yakni:
• persiapan sebelum mengajar, siswa haruslulus atau menguasai materi sebelumnya sehingga materi selanjutnya dapat dengan dengan mudah diajarkan.
• sasaran belajar
susunan bahan ajar;
perbedaan individu;
susunan bahan ajar;
 Dalam masa pandemi Covid-19 tantangan bagi guru untuk mencari solusi pembelajarn bagi siswa. mau tidak mau suka atau tidak guru harus menggunakan sarana / media 

Tugas 1 
Untuk PG PAUD Semester IV

1. Sebutkan dan jelaskan beberapa tantangan guru dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik ....
2. pola pembelajaran yang efektif bagi peserta didik dan guru adalah ....jelaskan !
3. Tolong saudara jelaskan tantangan yang paling berat bagi guru dalam memberikan pembelajaran di sekolah!
4. Media yang paling efektif dalam pembelajaran pada masa Pandemi covid - 19 adalah ....





Kamis, 02 April 2020

Mata Kuliah Semester IV Profesi Keguruan


Materi  
Kompetensi Guru Sebagai Kompetensi Profesional
Oleh : Mamad Yusuf, SE.M.Pd

Kompetensi memiliki banyak sekali pengertian. Beberapa pakar
seperti Broke and Stone mengemukakan bahwa kompetensi guru sebagai
desprective of qualitative nature of teacher behavior appears to be
entirely meaningfull (kompetensi guru merupakan gambaran kualitatif
tentang hakikat perilaku guru yang penuh arti)
1
. Menurut pakar yang lain
yaitu suhertian mengatakan bahwa kompetensi adalah pemilikan,
penguasaan, keterampilan, dan kemampuan yang dituntut jabatan
seseorang.
2
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dijelaskan bahwa kompetensi
adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus
dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam
melaksanakan tugas keprofesionalan.
3
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa
kompetensi guru adalah kemampuan untuk melakukan tindakan/perilaku
rasional dalam melaksanakan tugas atau profesinya. Perilaku/tindakan
dikatakan sebagai tindakan rasional karena memiliki tujuan dan arah
yang jelas yakni untuk menjadikanpembelajaran lebih menarik dan
menyenangkan sehingga para peserta mampu menangkap materi dengan
lebih mudah. Kompetensi merupakan suatu komponen yang sangat
penting dalam profesi seperti profesi pendidik baik bagi guru ataupun
dosen. Kompetensi guru merupakan gabungan dari semua kemampuan
personal, sosial, teknologi, keilmuan dan spiritual atau keagamaan yang
kesemuanya akan membentuk suatu standar kompetensi pendidik.
Dalam kamus bahasa Indonesia kompetensi berarti kecakapan.
4
Padanan kata yang berasal dari bahasa inggris ini cukup relevan dengan
pembahasan, karena kompetensi guru merupakan kemampuan seorang
guru dalam melakukan kewajiban-kewajiban dan tanggung jawabnya.
Menurut UU No.14 Th 2005 tentang guru dan dosen,
“kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku
yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam
melaksanakan tugas keprofesionalan.”
Di dalam pasal 10 ayat (1) UU guru dan dosen No. 14 tahun
2005 dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi
paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesonal yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
5
Pengertian kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan
kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan
kinerjanya secara tepat dan efektif.
6
Kompetensi guru merupakan
perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan
spiritual yang secara kaffah membentuk kompetensi standar profesi
guru, yang mencangkup penguasaan materi, pemahaman terhadap
peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi dan
profesioanalisme.
Kompetensi merupakan komponen utama dari standar profesi di
samping kode etik sebagai regulasi perilaku profesi yang ditetapkan
dalam prosedur dan system pengawasan tertentu. Kompetensi diartikan
dan dimaknai sebagai perilaku perangkat efektif yang terkait dengan
eksplorasi dan investigasi, menganalisi dan memikirkan, serta
memberkan perhatian, dan mempersepsi yang mengarahkan seseorang
menemukan cara-cara untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan
efisien.
Kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan
personal, keilmuan, teknologi, social, dan spiritual yang secara kaffah
membentuk kompetensi standar profesi guru, yang mencakup
penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran
yang mendidik, pengembangan pribadi, dan profesionalisme.
7
Masalah kompetensi guru merupakan hal urgen yang harus
dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun. Guru yang terampil mengajar tentu harus pula memiliki pribadi yang baik dan
mampu melakukan social adjusment dalam masyarakat. Kompetensi
guru sangat penting dalam rangka penyusunan kurikulum. Ini
dikarenakan kurikulum pendidikan haruslah disusun berdasarkan
kompetensi yang dimiliki leh guru. Tujuan, program pendidikan, sistem
penyampaian, evaluasi, dan sebagainya, hendaknya direncanakan
sedemikian rupa agar relevan dengan tuntutan kompetensi guru secara
umum. Dengan demikian diharapkan guru tersebut mampu menjalankan
tugas dan tanggungjawab sebaik mungkin.
8
Persoalan yang penting dalam dunia pendidikan adalah
keberhasilan proses pembelajaran. Hasil pendidikan ini akan dianggap
tinggi mutunya apabila kemampuan sikap dan ketrampilan yang
dimiliki oleh para pendidik berpotensi pada peserta didik. Oleh karena
itu pendidik sebagai pelaksana utama dalam pendidikan harus bersikap
profesional. 

Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru sebagai pendidik
meliputi empat kompetensi yaitu yang pertama adalah kompetensi
pedagogik yang artinya kemampuan mengelola pembelajaran peserta
didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan
dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi belajar, dan pengembangan
peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang
dimilikinya. Yang kedua kompetensi professional yaitu kemampuan
penguasaan materi secara luas dan mendalam yang memungkinkan
membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam standar nasional pendidikan, kompetensi kepribadian
adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil,dewasa, arif dan
beribawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Dan
yang terakhir adalah kompetensi sosial yaitu kemampuan guru sebagai
bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif
dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang
tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
9
Menurut UU No. 14 Th 2005 tentang guru dan dosen, pasal 1 ayat
“professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh
seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang
memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi
standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan
profesi”. Sedangkan “guru adalah pendidik professional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia
dini pada jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah”
10
Guru professional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan
dengan kemampuan tinggi (profesiensi) sebagai sumber kehidupan.
11
H.M. Arifin dalam bukunya “metode kapita selekta PAI”
mengatakan bahwa profesionalisme merupakan suatu pandangan yang
mengatakan bahwa suatu keahlian tertentu diperlukan dalam
pekerjaan tertentu, yang mana keahlian itu hanya diperoleh melalui
pendidikan dan keahlian khusus.
12
Dengan bertitik tolak pada pengertian tersebut, maka pengertian
guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan
keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu
melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan
maksimal. Atau dengan kata lain, guru profesional adalah orang yang
terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya
di bidangnya.
Yang dimaksud dengan terdidik dan terlatih bukan hanya
memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai
strategi atau teknik di dalam kegiatan belajar mengajar serta menguasai
landasan-landasan kependidikan seperti yang tercantum dalam
kompetensi.
Kompetensi profesional mengacu pada perbuatan yang bersifat
rasional dan memiliki spesifikasi tertentu dalam melaksanakan tugas
kependidikan. Guru sebagai tenaga yang profesional dituntut untuk
memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidangnya.
Guru sebagai tenaga yang profesional memiliki beberapa kriteria,
yaitu: mengandung unsur pengabdian, mengandung unsur idealisme,
dan mengandung unsur pengembangan.
13
Sebagai profesional juga
harus memiliki fungsi sebagai berikut :
(a) Fungsi atensi, 
(b) Fungsi afektif,
(c) Fungsi kognitif, dan 
(d) Fungsi kompensatoris.
1. Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan
mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi
pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau
menyertai teks materi pelajaran.

2. Fungsi afektif media visual dapat dari tingkat kenikmatan siswa
ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau
lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.

3. Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan
penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar
memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat
informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

4. Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil
penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk
memahami teks mebantu siswa yang lemah dalam membaca untuk
mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk
mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan
memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan

Tugas Untuk Semester IV

1. Buatlah secara matrik fungsi guru yang berkaitan dengan : 
a. Fungsi Atensi
b. Fungsi Afektif
c. Fungsi Kognitif
d. Fungsi Kompensatoris

Rabu, 01 April 2020

Daftar Mahasiswa Yang Sudah Mengumpulkan Tugas


DAFTAR MAHASISWA PG PAUD SEMESTER VI
YANG TELAH MENGIRIM TUGAS


1. Siti Nurhalimah
2. Susi Sulastri
3. Iis Puspita Dewi
4. Sukminah
5. Sarni
6. Anah
7. Yustika Ismayanti
8. Elis Yeni
9. Jumsih Nuraeni
10. Rodiah
11. Arsah
12. Siti Nurniawati
13. Siti Rohmah
14. Kartika
15. Tinah
16. Maesaroh
17. Siti Nasiroh
18. Nuraesih
19. Rina Aryanti
20. Tita Rosita
21. Yati
22. Ikha Ameliya
23. Rina Haerina
24. Siti Fazriah
25. Sinta Aprilianti
26. Dewi Apriliani